Monday, April 25, 2016

Siapa Mengoyak Siapa


Lihat! 
Tunggang langgang lintang pukang dikejar nestapa, pikirmu karena siapa?
Lara memaharaja—menggerogoti sisa-sisa kelakar;
Malam begini kau bilang senja.

Aku benci kau banyak-banyak, Inayah.
Pura-pura buta padahal melihat;
Pura-pura tuli padahal mendengar;
Tak tahan lagi aku, padam sudah.

Kupikir beginilah akhirnya,
Bisu meronta-ronta—tak ada yang bicara.
Mencabik-cabik entah apa;
Aku sungguh mati dan kau biarkan saja.



E.


1 comment: