Saturday, October 24, 2015

Matinya Sang Pujangga


#SATU
Kosong

Yang Tersayang,  
 
            Gayatri, semestaku, satu-satunya milikku yang paling berharga. Hari itu kau datang padaku dengan isak tangis, masih ingatkah? Kutanya, apa yang menyebabkan kau mengangis duhai cinta? Katamu manusia. Manusia yang tega, tanpa belas kasih, membunuh ulat yang lemah tak berdaya. Begitu juga aku. Aku dengan tega dan tanpa belas kasih membunuh koloni semut yang lemah tak berdaya. Di mana sebagian dari mereka adalah barangkali ayah, ibu, dan anak. Maafkan aku.

            Gayatri, semestaku, satu-satunya milikku yang paling berharga. Aku bukan  pembunuh. Aku hanya manusia yang mengabdi kepada Ibu Pertiwi demi membela bangsa dan negara. Maka, jangan benci aku.

            Gayatri, semestaku, satu-satunya milikku yang paling berharga. Aku sungguh cinta kau lebih dari apapun. Tidakkah kau pun begitu? Maka, ampuni  aku. Manusia yang hina dina ini.

Tertanda,

Aku.

2 comments: