Ia berjalan sendirian
Jauh, jauh sekali
Angin mengikis tubuhnya, menjadikannya kurus tidak main-main
Tapi ia tak apa-apa
Jalannya diseret-seret
Rupanya ada borok menganga di kakinya
Membusuk atau apalah
Tapi ia tak apa-apa
Kadang-kadang mulutnya komat-kamit, tak tahu sedang apa
Tampaknya berdoa—meminta—entah kepada siapa
Mengada-ada, barangkali suaranya didengar
Ia ingin Ia tahu, ia ada apa-apa.
Yogyakarta, 2016.
E.
No comments:
Post a Comment