Sekali-sekali,
Ia ingin berada di
sana—di samping Anyelirnya,
Mendengarkan;
Ketika ia bicara,
Atau sekedar mendengar rontaan napasnya.
Sekali-sekali,
Ia ingin menjadi berani;
Menatap matanya,
Menggali hingga dasar dunianya yang dangkal,
Menggali hingga dasar dunianya yang dangkal,
Memahami nestapanya.
Sekali-sekali,
Ia ingin membuka
mulutnya;
Menceritakan kisahnya yang garing,
Mengumandangkan sebuah rahasia,
Mengakui kebisuannya.
Mengakui kebisuannya.
Sekali-sekali,
Ia ingin.
Ia ingin.
Yogyakarta,
22 Mei 2016
E
No comments:
Post a Comment