Lihat!
Tunggang langgang lintang pukang dikejar nestapa,
pikirmu karena siapa?
Lara
memaharaja—menggerogoti sisa-sisa kelakar;
Malam begini kau bilang senja.
Aku benci kau banyak-banyak, Inayah.
Pura-pura buta padahal melihat;
Pura-pura tuli padahal mendengar;
Tak tahan lagi aku, padam sudah.
Kupikir beginilah akhirnya,
Bisu meronta-ronta—tak ada yang bicara.
Mencabik-cabik entah apa;
Aku sungguh mati dan kau biarkan saja.
E.
kasian inayah dimarain
ReplyDelete