Durjana!
Sanubarinya tahu,
itu tak boleh;
Tapi ia jalan
saja.
Sambil
bertanya-tanya, dalam diam, bagaimana akhir ceritanya.
Ia datang
mempersembahkan dagingnya—yang tebal—pada bara.
Matanya melotot,
nyaris mencelat dari tempurung.
Ditertawakan para
lakon.
Ia marah, tapi
diam.
No comments:
Post a Comment