Thursday, May 17, 2018

Untuk Gayatri.

Dua puluh dua tahun lalu
dalam bayang-bayang hidup atau mati
Gusti titipkan engkau padaku
sebagai upah atas baktiku padaNya

kulit cokelat, rambut ikal, mata sipit
“kau cantik tiada dua”
ujarku siang malam tiada henti

Gayatri
Gayatri Rajapatni
kubiarkan orang-orang memanggilmu begitu
jika ada yang tanya artinya
jawab “perempuan yang berani” dengan suara lantang
sebab nama adalah doa
kau, anakku, akan hidup dengan berani

dia puteriku, Gayatri
satu-satunya milikku yang paling berharga
jangan sentuh ia sebesar zarah pun
atau
hilang hayat
—kataku kepada apa saja yang tertangkap mata

dalam waktu  yang rudin, 
aku berdoa:

Gusti
ampuni dia
dan jika Engkau berkenan
ampuni aku



 Yogyakarta, 17 Mei 2018



E.