#DUA
Perpisahan
Hujan;
Tanahnya becek;
Kantilnya layu;
Ia berdiri di situ,
diam;
Dalam hatinya ia
berkata, “Ah...jangan khawatirkan aku. Aku baik-baik saja”
Padahal semua tahu,
ia sedang berbohong.
Pria itu mati;
“Semesta...kau
sungguh tega”
Ia tak pernah
bertanya;
Sebab ia tak peduli;
Baginya, hidup itu
begitu;
Terserah saja!
Selamat tinggal;
Ah, aku tak yakin itu
betul-betul kau;
Kau adalah Badiran;
Sudah jelas, namamu
berarti keabadian;
Rasanya sudah
terlambat, tetapi, demi Tuhan, aku sungguh sayang kau;
Satu-satunya milikku
yang paling berharga;
Angin membawanya
pergi;
Ia pulang meski tak
ingin;
Bayangannya hilang,
malam menjadikannya begitu;
Cepat sekali;
Bahkan, rasanya
seperti tak pernah ada;
Menyesalpun jadi tak
ada gunanya.