Friday, October 30, 2015

Matinya Sang Pujangga

#DUA
Perpisahan
Hujan;
Tanahnya becek;
Kantilnya layu;
Ia berdiri di situ, diam;
Dalam hatinya ia berkata, “Ah...jangan khawatirkan aku. Aku baik-baik saja”
Padahal semua tahu, ia sedang berbohong.

Pria itu mati;
“Semesta...kau sungguh tega”
Ia tak pernah bertanya;
Sebab ia tak peduli;
Baginya, hidup itu begitu;
Terserah saja!

 Selamat tinggal;
Ah, aku tak yakin itu betul-betul kau;
Kau adalah Badiran;
Sudah jelas, namamu berarti keabadian;
Rasanya sudah terlambat, tetapi, demi Tuhan, aku sungguh sayang kau;
Satu-satunya milikku yang paling berharga;

Angin membawanya pergi;
Ia pulang meski tak ingin;
Bayangannya hilang, malam menjadikannya begitu;
Cepat sekali;
Bahkan, rasanya seperti tak pernah ada;
Menyesalpun jadi tak ada gunanya.

No comments:

Post a Comment