Sunday, May 22, 2016

Boyak

Sekali-sekali,
Ia ingin berada di sana—di samping Anyelirnya,
Mendengarkan;
Ketika ia bicara,
Atau sekedar mendengar rontaan napasnya.

Sekali-sekali,
Ia ingin menjadi berani;
Menatap matanya,
Menggali hingga dasar dunianya yang dangkal,
Memahami nestapanya.

Sekali-sekali,
Ia ingin membuka mulutnya;
Menceritakan kisahnya yang garing,
Mengumandangkan sebuah rahasia,
Mengakui kebisuannya.

Sekali-sekali,
Ia ingin.



Yogyakarta, 22 Mei 2016


E

Tuesday, May 17, 2016

Inayah

Tubuh wanita itu telanjang, si pemilik mata melihatnya
Katanya, “paling-paling sundal”
Kemudian pergi

Sedih tak kira-kira ditanggungnya sendiri
Tak ada yang mendengar tangisannya, sebab ia diam




E.


Monday, May 9, 2016

Diam-diam


Ia berjalan sendirian

Jauh, jauh sekali

Angin mengikis tubuhnya, menjadikannya kurus tidak main-main

Tapi ia tak apa-apa


Jalannya diseret-seret

Rupanya ada borok menganga di kakinya

Membusuk atau apalah

Tapi ia tak apa-apa


Kadang-kadang mulutnya komat-kamit, tak tahu sedang apa

Tampaknya berdoa—meminta—entah kepada siapa

Mengada-ada, barangkali suaranya didengar

Ia ingin Ia tahu, ia ada apa-apa.




Yogyakarta, 2016.


E.