Friday, March 4, 2016

Diam, Diam!

Kepinding, apa itu kau?
Jalanmu cepat sekali.
Pijakanmu, jangan terlalu percaya padanya; ia tak begitu baik.
Berhati-hatilah.
Kau bisa jatuh dan mendapat luka.
Sakitmu jadi milikmu—tidak Semesta, tidak pula aku; manusianya.
                                      
Apa kubilang!
Sungguh kasihan.
Borok  di pundakmu, apa sakit sekali?
Ah, ampuni aku; telah lancang. 
Kau boleh diam jika tak ingin;
tapi—diam  begitu—bisa membuatmu mati, sendirian.
Kau tidak berbisik untuk siapapun;
jadi tak ada yang dengar kau
Kau akan membusuk; di sini—dengan borok menganga begitu.

Kau menangis ya? Sepi begini?
Tidak apa-apa.
Tidak apa-apa.
Tidak apa-apa.
Menangislah kau malam ini.
Sepuasnya!
Katakan padaku kalau sudah selesai.

Begitu rupanya; pijakanmu.
Kau sedih dan menyedihkan.
Larilah! Cepat
Pergi ke tempat yang jauh dari sini!
Pergilah ke balik cakrawala!
Di sana kau bisa membersihkan borokmu.
Atau menangis.
Terserah kau.
Aku tetap di sini; 
memastikan agar kau tidak ketahuan.



E.

5 comments: