DIORAMA:
Hidup, Mati, Antara.
Dahlia melayu,
Suburnya mampus—dirampas Gusti.
Batangnya yang garing menjadi aking.
Ditebas sendalu, ajur mumur.
Gemuruh memekik, katanya:
Kepada Waktu,
Mundur.
Mundur, Sayang!
Satu masa,
Ia menyembah fatamorgana.
Sebagaimana seorang hamba;
Kepada Gustinya.
Dan,
Dilihatnya jumantara: tinggi dan agung.
Sedang ia adalah mati,
Tapi hidup.
Yogyakarta, 17 Agustus 2016
E.
Okee....banget
ReplyDeleteTerima kasih 👊
Delete