Wednesday, August 17, 2016

DIORAMA:
Hidup, Mati, Antara.


Dahlia melayu,
Suburnya mampus—dirampas Gusti.
Batangnya yang garing menjadi aking.
Ditebas sendalu, ajur mumur.

Gemuruh memekik, katanya:
Kepada Waktu,
Mundur.
Mundur, Sayang!

Satu masa,
Ia menyembah fatamorgana.
Sebagaimana seorang hamba;
Kepada Gustinya.

Dan,
Dilihatnya jumantara: tinggi dan agung.
Sedang ia adalah mati,
Tapi hidup.



Yogyakarta, 17 Agustus 2016

E.

2 comments: